PT Media Artha Pratama Turut Sukseskan TEI 2012
JAKARTA-MAPNEWS. PT. Media Artha Pratama (MAP) memperoleh kebanggaan karena terlibat dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2012. Dalam pagelaran yang berhasil mencatatkan transaksi sebesar 3 miliar dolar USD itu, MAP dipercaya membangun 3 stan.
Tiga institusi yang bekerja sama dengan MAP adalah Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan PT Sinarmas. Mereka memamerkan keunggulan masing-masing pada TEI ke-27 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta.
Pameran berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 17 hingga 21 Oktober 2012.Diikuti oleh 1300 peserta dari berbagai sektor perdagangan mulai produsen hingga eskportir. Sekitar 5.300 orang buyers dari 100 negara datang mengunjungi pameran yang mengusung tema "Trade with Remarkable Indonesia".
Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, transaksi perdagangan pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2012 mencapai 3 miliar dolar AS dari penjualan barang dan jasa serta kesepakatan pembangunan gedung parlemen di negara-negara Afrika.
“Tercatat 78 persen transaksi pada TEI berasal dari produk barang produsen dalam negeri dan 22 persen dari sektor jasa. Konsumen pada TEI sudah beralih pada produk manufaktur seperti aircraft dan otomotif,” katanya.
Produk yang paling diminati, menurut Bayu, adalah mobil pemadam kebakaran, kertas dan rumah bambu.
Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, potensi pasar pada TEI 2012 harus ditindaklanjuti oleh pelaku usaha di Indonesia. “Dari TEI, produsen yang memiliki potensi pasar ekspor tradisional Indonesia di Eropa, China, Jepang dan Amerika Serikat bisa beralih ke negara-negara lain. Beberapa pengusaha juga telah melakukan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) atau kontrak kerja sama dengan para pembeli yang berpotensi membuka pasar baru.”
Trade Expo Indonesia diharapkan dapat mendorong meningkatnya jumlah transaksi di sektor jasa, utamanya di sektor ketenagakerjaan. Tercatat nilai transaksi yang diperoleh dari sektor jasa ketenagakerjaan mencapai 229,7 juta dolar AS dengan jumlah tenaga kerja yang diminta mencapai 39.762 tenaga kerja. (ONE)
Foto oleh Elvis






Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 