Wapres: Segera Bangun Infrastruktur, Jangan Kebanyakan Seminar

JAKARTA-MAPNEWS. Ada banyak acara seminar bertemakan infrastruktur. Namun yang lebih penting bukan seminarnya, tetapi aksi nyata dalam membangun infrastruktur. "Just do it! Atau istilahnya lebih cepet, lebih baik," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Indonesia International Infrastructure Conference & Exhibition 2014 (IIICE) di Jakarta Convention Center, Rabu (5/11/2014).

Menurut JK - begitu dia biasa disapa - Indonesia memiliki peluang pasar infrastruktur yang sangat besar. Namun, para investor kerap terhambat oleh ruwetnya peraturan dan birokrasi. Padahal, dana dari APBN tidak bisa diandalkan. Pada tahun 2014, APBN untuk infrastruktur sebesar Rp 206 triliun, sedangkan untuk tahun depan turun menjadi Rp 169 triliun. "Kita akan perbaiki. Izin akan dipercepat. Kalau tidak, ambil contoh soal listrik, kalau tidak ada investasi signifikan maka 5 tahun ke depan Indonesia gelap," tandas JK.

Dengan perbaikan sistem dan kerja sama dengan mumpuni dengan swasta dalam bidang infrastruktur, JK optimis target pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 7 persen akan tercapai. “Saat ini saja dengan kondisi jalan yang rusak dan kereta yang lambat, kita masih bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 5 persen, apalagi nanti infrastruktur kita lebih baik."

Berdasarkan studi, kebutuhan biaya untuk infrastruktur di tahun 2014 mencapai Rp1.900 triliun. Pemerintah menggandeng swasta untuk membangun infrastruktur. Pemerintah akan membangun infrastruktur yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi nasional, seperti bendungan dan jalan pedesaan. Sedangkan infrastruktur yang terkait dengan bisnis akan ditawarkan kepada swasta, misalnya jalan tol, listrik, dan lainnya. 

Pemeran yang berlangsung sampai 7 November 2014 ini selain dihadiri Wakil Presiden, juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto.

Naskah dan Foto:

Frans Agung Setiawan


 

 

Berita Terkait

Komentar: