Indonesia Climate Change Education Forum and Expo 2014 Resmi Dibuka

JAKARTA-MAPNEWS. Kaum perempuan dan para pemuda merupakan aktor penting dalam upaya mengampanyekan pentingnya memelihara lingkungan untuk mencegah perubahan iklim.

Demikian diungkap Deputi Menteri Lingkungan Hidup Karliansyah selaku Plt Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup saat membuka Indonesia Climate Change Education Forum & Expo (ICCEFE) Ke-4 tahun 2014 di Jakarta Convention Center (2/5/2014).

Menurut Karliansyah, keterlibatan kaum perempuan sangat penting karena mereka memiliki kemampuan dalam memelihara dan mengelola lingkungan hidup. Saat kaum laki-laki tidak bisa melaut karena cuaca buruk, kaum perempuan bisa mencari sumber penghidupan lain dengan tetap menghormati alam. “Di sinilah kita meletakkan konteks pengarusutamaan gender yang terus dikampanyekan di tiap kementerian dan lembaga negara.”

Dan jangan lupa, Karliansyah melanjutkan, peran para pemuda sama strategisnya dalam menjaga lingkungan. Melalui merekalah kita beri pengertian bagaimana menjaga alam supaya alam pun memberikan yang terbaik bagi kehidupan manusia. “Oleh karena itu, dalam pameran kali ini bernuansa IT atau gadget untuk bisa masuk ke dunia anak muda.”

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi DNPI, Amanda Katili Niode setuju dengan Karliansyah. Menurutnya, ICCEFE 2014 memang mau merangkul kaum muda melalui dunia mereka. Apalagi tema ICCEFE tahun ini adalah Peran Perempuan dan Pemuda dalam Solusi Perubahan Iklim. “Saya lihat ada peserta yang standnya sudah bernuansa IT.”

Menurutnya, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada tahun 2020 dengan upaya nasional dan 41 persen dengan bantuan pendanaan internasional. Komitmen tersebut dituangkan dalam Perpres No 61 Tahun 2011, tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK).

Ia melanjutkan, ICCEFE ke-4 ini merupakan gabungan dari berbagai aksi inovatif terkait perubahan iklim, yang meliputi kegiatan efisiensi energi terbarukan, edukasi perubahan iklim, infrastruktur hijau, green city, transportasi dan industri ramah lingkungan, inovasi teknologi, investasi dan pasar karbon serta green business.

Berbagai bentuk komunikasi perubahan iklim tersebut merupakan program dan aksi oleh Kementerian, pemerintah daerah, perusahaan BUMN, swasta, organisasi internasional, LSM, dunia pendidikan, dan UKM ramah lingkungan. Diperkirakan ICCEFE 2014 dengan 175 pemangku kepentingan yang memamerkan kegiatannya akan dihadiri oleh lebih dari 55.000 pengunjung yang terdiri dari berbagai kalangan.

 Naskah dan foto:

Frans Agung Setiawan


Berita Terkait

Komentar: