Kemenperin buka Pameran Indo Intertex-Inatex-Indo Dyechem 2014
JAKARTA-MAPNEWS. Tahun depan kita akan masuk dalam ASEAN Economic Community (AEC). Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) kita harus bersiap dan memantapkan posisi supaya dapat bersaing di kancah ASEAN. Ini penting, karena persaingan industri ini sangat ketat di kawasan ASEAN.
Demikian ditandaskan Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Harjanto saat membuka Pameran The 12th Indonesia International Creative Textile Apparel Accessories Exhibition (INATEX 2014) di Jakarta International Expo Kemayoran (23/4/2014). "Untuk itu saya berharap, semoga pameran ini bisa menjadi ajang temu bisnis, sehingga terjalin komunikasi dan kerja sama dunia usaha di sektor TPT."
Bagi Indonesia ini penting untuk semakin meningkatkan daya saing TPT baik di tingkat ASEAN maupun tingkat global. Apalagi, Indonesia selama ini menyuplai sekitar 1,8 persen kebutuhan dunia akan produk TPT dan alas kaki. Nilai ekspor dari kedua sektor ini mencapai 12,46 miliar dolar AS pada tahun 2012. Keduanya pun mampu menyerap tenaga kerja 1,5 juta orang di industri TPT dan 700 ribu orang di industri alas kaki dan penyamakan kulit.
Untuk itu, Harjanto berharap, dalam pameran yang mengambil tema "Strengthening Textile and Clothing Products Competitiveness Through Innovation" ini dapat menjadi ajang temu bisnis antara pengusaha, eksportir dan seluruh stakeholder dalam rangka pengembangan industri Textil dan Produk Textil (TPT) nasional.
Pameran Indo Intertex-Inatex-Indo Dyechem 2014 merupakan pameran internasional eksklusif, yang menampilkan berbagai macam bahan pewarna tekstil serta perkembangan industri kimia. Pameran tersebut digelar sejak 23-26 April di Hall B dan C JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Naskah dan foto:
Frans Agung Setiawan



Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 