Keharmonisan Perusahaan dan Masyarakat Menghasilkan Sirup Bakau
JAKARTA-MAPNEWS. Dunia semakin sadar arti penting hidup berdampingan dengan alam. Setiap pelaku industri semaki sadar untuk memperhatikan kelestarian lingkungan di sekitar tempat usaha dan kesejahteraan masyarakatnya. Inilah yang dipegang teguh oleh PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP).
"Sudah menjadi komitmen perusahaan untuk terus bersama masyarakat sekitar daerah operasional melestarikan lingkungan," kata Direktur Utama RAPP Kusnan Rahmin dalam kesempatan Pameran IndoGreen Foresty Expo Ke-5 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (4/4/2012).
Menurut Kusnan, salah satu kegiatan pelestarian lingkungan yang dibalut dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah membantu menanam pohon bakau (mangrove) di pesisir Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Keputusan untuk menanam bakau di desa tersebut, dilatarbelakangi oleh kondisi pesisir yang mengalami abrasi besar. Ombak perairan Penyengat kerap mengikis wilayah daratan dan mengancam keberadaan lahan pertanian warga. Oleh karena itu, kata Kusnan, PT RAPP sejak 2010 membantu bibit bakau. Lalu masyarakat secara bersama-sama menanam bakau tersebut di seluruh wilayah pesisir Desa Penyengat.
Sampai saat ini, Kelompok Tani Desa Penyengat sudah berhasil menanam sekitar 10 ribu bibit bakau. Kini desa yang memiliki luas 54 ribu hektare, 3 ribu hektare di antarnaya sudah ditanami bakau. Sehingga luasan daratan yang awalnya terancam oleh abrasi sudah berhasil "dibentengi" oleh gugusan bakau dari PT RAPP yang berpusat di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Apa yang disampaikan Kusnan diakui langsung oleh Kehong (50), Ketua Kelompok Tani Mangrove, Desa penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Ia menambahkan, setelah dua tahun melakukan upaya pemulihan, pihaknya sudah menanam sekitar 10.000 pohon bakau di lahan sekitar 3.000 hektare. "Dampaknya, kawasan yang semula rusak akibat abrasi mulai pulih."
Lebih dari itu, Kehong mengaku bahwa PT RAPP juga memberdayakan masyarakat dalam bidang ekonomi. Bakau yang mereka tanam pada akhirnya diolah menjadi sirup dan menjadi minuman bernilai ekonomis. "Kami diajari perusahaan untuk membuat sirup ini."
Tidak hanya di bidang lingkungan, PT RAPP melalui program CSR menciptakan lapangan pekerjaan dengan kemampuan diri. Misalnya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan seperti montir, las fabrikasi, agar masyarakat yang menganggur memiliki kemampuan untuk bekerja.
Hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat seperti tergambar di atas menarik perhatian Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat berkunjung ke stand PT RAPP. "Kegiatan seperti ini sangat inovatif, perusahaan sangat peduli dengan masyarakat dan masyarakat juga mau bekerjasama dengan perusahaan untuk melestarikan lingkungan. Saya berharap kegiatan yang seperti ini bisa lebih ditingkatkan," ujar Zulkifli.
Menurutnya, pameran ini menjadi ajang pemberian pemahaman masyarakat, terutama lembaga swadaya masyarakat yang selama ini kritis menyuarakan deforestasi pembabatan hutan. "Karena dalam pameren inilah bisa dilihat apa sebenarnya yang dilakukan perusahaan, misalnya untuk program CSR, kita membantu masyarakat dalam hal edukasi dan menjaga lingkungan. Untuk kawasan penyangga, kita juga punya kawasan khusus untuk satwa liar dan daerah resapan air," tandas Zulkifli. (ONE)
Foto by Syarif






Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 