Berkat Moratorium, Ekonomi Maju dan Hutan Lestari
JAKARTA-MAPNEWS. Ketika Pemerintah menetapkan moratorium penebangan pohon di hutan, banyak pihak khususnya pelaku usaha mengeluhkan kebijakan tersebut. Ketakutan terbesarnya adalah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tengah tumbuh. "Tetapi pada kenyataannya, dengan moratorium pertumbuhan perekonomian kita masih di atas 6 persen," kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat membuka Pameran IndoGreen Foresty Expo Ke-5 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (4/4/2012).
Artinya, kebijakan moratorium yang Kementerian Kehutanan tetapkan tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, justru membuat perekonomian Indonesia semakin sehat. Karena ekonomi meningkat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. "Inilah pentingnya penataan melalui mekanisme moratorium. Karena sumber daya hutan itu adalah sumber kehidupan bagi kita semua. Hutannya bagus sekaligus ekonominya tumbuh, usahanya maju," tandas Zulkifli.
Ditanya lebih lanjut terkait kelanjutan moratorium, ia memastikan bahwa moratorium izin tebang hutan akan diperpanjang. Moratorium izin tebang hutan ini akan segera berakhir pada 20 Mei 2013.
"Mei nanti, moratorium ini berakhir. Saya setuju untuk tetap dilanjutkan," ucap Zulkifli.
Namun, ia melanjutkan, perpanjangan moratorium menunggu perubahan Instruksi Presiden. Sebab, moratorium tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2011 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.
Landasan mengapa perlu diperpanjang, Zulkifli berpendapat bahwa dengan moratorium kawasan konservasi hutan bisa terjaga dan mengurangi laju deforestasi. Bahkan, seperti telah disebut di atas, moratorium tidak terbukti membuat laju perekonomian terutama dari sektor usaha kehutanan melambat. "Moratorium ini bukan berarti orang tidak boleh berusaha di Indonesia. Tapi yang tidak boleh itu merusak hutan alam primer dan lahan gambut."
Alasan lainnya, Zulkifli menambahkan, moratorium yang telah berjalan mampu membuat laju deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia menurun signifikan. Dari 3,5 juta hektare rata-rata per tahun dari tahun 1996 sampai 2003, saat ini menjadi 450 ribu hektare saja. "Ini artinya, deforestasi tinggal 15 persennya," tutup Zulkifli Hasan. (ONE)



Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 