Koleksi Foto Langka ini Bisa Diakses di Perpustakaan PU

JAKARTA-MAPNEWS. Indonesia sebagai sebuah bangsa memiliki rentang sejarah yang sangat panjang. Beberapa periode telah dilewati, mulai zaman sebelum penjajahan, zaman kolonial Belanda, penjajahan Jepang, periode orde lama, orde baru dan sekarang orde reformasi.

Walau waktu terus berjalan dari satu dekade ke dekade lain, tiap zaman meninggalkan jejaknya sendiri dengan khas. Jejak itu bisa berupa gedung, catatan sejarah atau karya fotografi. Dari jejak itulah terekam suatu kontekstualitas yang melingkungi setiap periode sejarah yang telah ditancapkan.

Pada kesempatan ini, Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai sebuah institusi pemerintah mencoba memamerkan rekam jejak sejarah bangsa dari masa ke masa berupa catatan dalam buku-buku dan karya fotografi. Pameran yang bertajuk “Pameran Foto dan Buku Langka Koleksi Perpustakaan Kementerian PU” memfokuskan pada jejak-jejak pembangunan infrastruktur dari zaman kolonial sampai pada zaman reformasi seperti, pembangunan Jalur Lingkar Nagreg.

“Koleksi kami hanyalah sebagian kecil dari perjalanan panjang pembangunan infrastruktur di Indonesia. Semua sejarah infrastruktur ini merefleksikan apa yang telah negara berikan,” kata Sambiyo, SH., M.Si, Kepala Perpustakaan PU yang ditemui dalam pameran.

Pameran sendiri diadakan di North Skywalk Pondok Indah Mall (PIM) Lt. 2 Jalan Metro Pondok Indah Kav. III-B Jakarta Selatan. Dibuka pada hari Senin, 10 September sampai 16 September 2012, jam 10.00 sampai jam 20.00

Menurut Sambiyo, pameran ini rutin dilakukan setiap tahun sejak tahun 2005. Tahun ini tema yang diangkat adalah “Sejarah Panjang Menuju Masa Depan: Infrastruktur Pekerjaan Umum dari Masa ke Masa.” Melalui tema ini diharapkan masyarakat umum menyadari bahwa pajak yang mereka bayarkan kepada negara dikembalikan lagi dalam bentuk pembangunan infrastruktur.

Bisa dikatakan, ia melanjutkan, kegiatan ini sebagai sebuah tanggung jawab negara kepada masyarakat . Apalagi, infrastruktur merupakan motor penggerakan perekonomian bangsa. “Infrastruktur dibangun untuk meningkatkan perekonomian, untuk kesejahteraan rakyat, untuk membangun bangsa ke depan. Dengan dibangunkan jalan, jembatan, transportasi maka arus barang dan jasa, begitu juga manusia dapat lancar,” tegas Sambiyo.

Apa yang dilakukan oleh Perpustakaan PU ini disambut baik oleh masyarakat. Pada penyelenggaraan hari ketiga ini, sudah ada tidak kurang 600 orang yang datang. Umumnya mereka terkesan dengan pembangunan yang dilakukan oleh Bangsa Indonesia untuk rakyatnya. Seperti yang diungkap salah satu pengunjung bernama Alwin (63). Bapak yang tinggal di daerah Bintaro ini cukup bangga bahwa ada institusi yang secara teliti merekam sejarah infrastukturnya.

Lebih lanjut, Sambiyo berharap semoga koleksi foto dan buku yang dipamerkan dapat memberi inspirasi kepada kita semua untuk lebih menumbuhkan keingintahuan kita pada bidang infrastruktur dan menumbuhkan kepedulian untuk turut menjaga infrastruktur yang ada. Kalau tidak dijaga maka bisa cepat rusak, dan kita sendiri yang akan merasakan kerugiannya.

Pada kesempatan kali ini ada 54 koleksi foto dan 6 buku langka yang ditampilkan, di antaranya foto yang menggambarkan jalan di Batavia tahun 1880an, pembangunan Jalan Jenderal Sudirman di Jakarta Pusat tahun 1950an, foto tahapan pembangunan Menara Monas dari tahun 1961-1977, dan masih banyak koleksi lainnya. Untuk buku, koleksi tertua berasal dari abad ke-18.

Apakah masyarakat umum bisa mengakses foto dan buku ini? Kalau ada yang berminat bisa datang ke Perpustakaan PU pada hari kerja mulai dari jam 7.30 sampai 16.00. “Dalam sehari kami rata-rata menerima pengunjung hampir seratus orang, kebanyakan dari mahasiswa, konsultan atau praktisi dalam bidang infrastruktur. Atau bisa mengunjungi kami di www.pustaka.pu.go.id. “Uniknya, semua perpustakaan di balai-balai dan direktorat di bawah Kementerian PU sudah terjalin dalam satu sistem,” tutup Sambiyo.(ONE)

Berita Terkait

Komentar: