Menteri PU Buka Konvensi Asosiasi Kotraktor Se-Asia Pasifik
JAKARTA-MAPNEWS. Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto secara resmi membukan Konvensi Internasional Asosiasi Kontraktor Se-Asia dan Pasifik Barat (International Federation of Asian and Western Pacific Contractors`Association-IFAWPCA) ke-41 di Jakarta, Senin (3/3/2014) pagi.
"Dunia konstruksi di Indonesia berkembang pesat. Maka saya harapankan acara ini menjadi sarana berbagi pengelaman dan pengetahuan (seputar konstruksi)," kata Djoko dalam sambutannya.
Hal tersebut terbukti dalam tiga tahun terakhir kapitalisasi nilai konstruksi Indonesia menunjukkan angka peningkatan yang cukup signifikan. Sampai tahun 2014 ini nilainya mendekati Rp 500 triliun.
Apalagi, pemerintah Indonesia tengah menjalankan program andalan MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Nilai pembangunan infrastruktur di dalam MP3EI tersebut untuk tahun 2010-2014 adalah Rp. 1.923,7 triliun. Dana sebesar itu tidak semuanya ditanggung pemerintah.
Oleh karena itu, Djoko menekankan, bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya dilakukan saja oleh pemerintah, tetapi semua pemangku kepentingan termasuk swasta. Dengan infrastruktur yang baik, maka konektivitas di negara kita semakin baik, dan pada akhirnya berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan.
Lebih lanjut di kesempatan yang sama, Ketua IFAWPCA Sudarto menuturkan tema pada konvensi kali ini adalah Infrastructure for a Better Future. "Kami mencoba menjawab kebutuhan masyarakat. Tema ini meyajikan tantangan-tantangan yang kita hadapi dan disaat bersamaan mengekspresikan aspirasi kami, terutama bagi para pelaku bisnis infrastruktur.”
Konvensi IFAWPCA ini berlangsung dari 2 – 5 Maret 2014. Konvensi akan diisi oleh berbagai seminar yang membahas berbagai isu infrastruktur serta merancang rumusan untuk diusulkan kepada pemerintah dalam rangka mengakselerasikan pembangunan infrastruktur. Rumusan baik secara teknis dan finansial yang akan melibatkan berbagai opsi pendanaan, serta mendapatkan wawasan dari negara-negara dengan pengalaman sukses dalam pembangunan infrastruktur.
Ada dua seminar besar yang digelar: “Best Practice in Sustainability Infrastructure Through Public Private Partnership” dan “Procurement in International Lending Agencies and Government of Indonesia.”
Konvensi IFAWPCA pertama kali dilaksanakan di Manila, Filipina pada tahun 1956 dan diikuti oleh 8 anggota sebagai founding members. Tahun ini ada ratusan delegasi yang datang dari 16 negara, di antaranya Banglades, Malaysia, Singapura, Australia, dan tentunya Indonesia.
Naskah dan Foto:
Fransiskus Agung Setiawan



Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 