BKPM dan PU Berpartisipasi pada Kongres Diaspora Indonesia
JAKARTA-MAPNEWS. Ada banyak cara untuk membuat Indonesia cepat menjadi negara maju. Salah satu cara adalah melalui kongres diaspora Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar diaspora Indonesia tidak sekadar melepas rindu dengan kampung halaman, tapi mampu menghasilkan kerja sama yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.
"Baik pemerintah maupun diaspora sama-sama mempunyai aset, modal, jaringan, dan peluang. Mudah-mudahan dalam kongres ini, diaspora dapat melihat sendiri kemajuan Indonesia yang pesat sebagai emerging economy dunia," kata Presiden saat membuka Kongres Diaspora Indonesia II di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (19/8/2013).
Diaspora adalah komunitas warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, orang Indonesia keturunan atau yang bukan lagi warga negara Indonesia, serta orang-orang yang mengaku mencintai Indonesia meskipun bukan WNI dan tidak mempunyai keturunan Indonesia.
Mereka berasal dari berbagai macam profesi, mulai dari pengusaha, tenaga kerja Indonesia, peneliti, mahasiswa, dan pekerja profesional. Kendati baru berusia setahun, sudah terbentuk 55 Chapters Indonesia Diaspora Networks di 26 negara.
Presiden berharap bahwa kongres bertema 'The Power of Harmony in Diversity: Unleashed Worldwide,' dapat menjadi kesempatan berharga bagi para diaspora Indonesia. Dengan mengadakan kongres yang mengundang warga negara Indonesia perantau, serta mereka yang memiliki pertalian darah dengan Indonesia berkumpul guna memperluas jaringan dan mempromosikan kepentingan bangsa Indonesia.
Kepada 3.000-an peserta Kongres Diaspora yang ingin mencari peluang bisnis di Indonesia, Presiden menyarankan mereka melihat Master Plan Pembangunan Indonesia, yakni MP3EI. Setidaknya, total dana yang dibutuhkan dalam MP3EI mencapai Rp 4.012 triliun atau 400 miliar dollar AS.
Dari laman Kementerian Luar Negeri, jaringan Diaspora Indonesia di tingkat nasional telah berdiri di 26 negara, mulai dari kawasan Amerika, Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Australia. Menurut data dari Kemenlu, lebih dari 4,6 juta warga Indonesia berada di luar negeri.
Selain itu, warga negara asing asal Indonesia yang berjumlah jutaan itu umumnya tinggal di negara-negara seperti Suriname, Afrika Selatan, Madagaskar, Kaledonia Baru, dan masih banyak lagi. Mereka pun membentuk jaringan diaspora Indonesia yang kuat.
Diaspora terbanyak terdapat di Malaysia dan negara-negara Timur Tengah. Di kedua lokasi ini terdapat banyak TKW atau TKI. Namun para Diaspora Indonesia itu bukan cuma diperuntukkan kepada TKW atau TKI.
Diaspora Indonesia memiliki 3 kategori. Mereka adalah WNI yang bertempat tinggal di negara lain, WNI yang telah menjadi WN asing, dan warga negara asing tetapi memiliki afinitas (simpati) terhadap Indonesia.
Pada kesempatan yang istimewa ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) turut serta. Mereka membuat stand untuk memperkenalkan peran serta mereka dalam pembangunan Indonesia kepada para diaspora.
Kedua stand yang tampak megah dibandingkan dengan stand lain itu dibuat dengan bekerja sama dengan PT Media Artha Pratama. Berikut stand Kementerian Pekerjaan Umum dan BKPM. (ONE)



Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 