Kongres Diaspora Dorong Pencak Silat Lebih Mendunia
JAKARTA-MAPNEWS. Pencak Silat adalah salah satu ikon bangsa Indonesia yang harus didorong untuk menjadi cabang olahraga yang mendunia. Lebih dari itu, pencak silat menjadi gaya hidup, olah spiritual, dan menampilkan identitas budaya Indonesia.
"Wajib hukumnya kita mengangkat dan membawa pencak silat ini sebagai ikon. Kami dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sangat mendukung untuk masuk dalam Olimpiade 2024,” tegas Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo dalam forum diskusi terbuka mengenai pencak silat pada Kongres Diaspora Indonesia ke-2 yang berlangsung di Jakarta, Minggu (18/8/2013).
Dalam forum yang mengangkat tema “Pencak Silat for The World” itu, Roy menegaskan bahwa pencak silat berakar dari budaya Indonesia. Ada banyak relief, seperti di Candi Syiwa dan Candi Borobudur, yang menggambarkan gerakan-gerakan pada pencak silat.
Pada kesempatan yang sama, inisiator Kongres Diaspora Duta Besar Dino Patti Djalal memberikan masukan bagaimana cara supaya pencak silat bisa mendunia. Salah satunya adalah memberikan gelar "Pendekar Kehormatan" kepada pemimpin negara yang datang ke Indonesia. Cari dan pilih orang yang berpengaruh. "Dengan demikian, ia dapat menjadi duta pencak silat saat pulang ke negaranya," kata Dino.
Selain itu, lanjut Dino, untuk membawa pencak silat ke dunia perlu strategi pemasaran sehingga bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa. "Kita bangga terhadap pencak silat namun orang lain belum tentu. Misalnya taekwondo, bukan hanya sebagai olahraga tetapi cara hidup."
Dia mengatakan dalam memasarkan pencak silat itu harus disesuaikan dengan selera pasar yang beragam. Menurut dia dengan langkah tersebut pencak silat tidak hanya ada di Indonesia tetapi di dunia dan dari tradisional menjadi modern.
Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman menilai prestasi olahraga khususnya pencak silat tidak bisa terpisahkan dalam pembangunan bangsa. Dia menilai pembinaan olahraga merupakan modal bangsa namun juga menjadi parameter kehormatan dan kebangsaan dengan variabelnya.
"Prestasi olahraga sekarang untuk proyeksi kebangsaan. KONI tempatkan peran stategisnya untuk pembinaan olahraga lain dalam memelihara sistem olahraga nasional yang diamanatkan undang-undang sistem keolahragaan nasional," ujarnya.
Sejumlah tokoh pencak silat dunia ikut memberikan pandangan untuk memajukan seni bela diri khas Indonesia tersebut, di antaranya Presiden Pencak Silat Afrika Selatan Sariat Arifia, Presiden Pencak Silat Eropa Aldinal Alrashid, dan George de Groot dari Belanda yang telah menulis buku tentang pencak silat.
Pada akhir acara, tokoh pencak silat dari Amerika Serikat Terra Kurnia membacakan Deklarasi Pencak Silat yang bertujuan meningkatkan sinergi antarpemangku kepentingan pencak silat nasional dan menjadikan pencak silat sebagai salah satu nomor tanding di Olimpiade. (ONE)



Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 