Dorong Perempuan dalam Usaha Ekonomi Kreatif
JAKARTA-MAPNEWS. Indonesia tengah gencar menggalakkan ekonomi kreatif sebagai salah satu pondasi ekonomi nasional. Bagi kaum perempuan Indonesia, ini adalah peluang strategis untuk semakin berperan dalam kancah perekonomian, tidak hanya untuk lingkup nasional tetapi juga dalam ekonomi keluarganya.
Demikian diungkap Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar yang diwakili Sekretaris Menteri Sri Danti dalam acara pembukaan Katumbiri Expo 2012 di Jakarta Convention Center, Rabu (5/12/2012). “Katumbiri Expo 2012 dapat memberikan pencitraan terhadap peran perempuan Indonesia dalam kegiatan ekonomi kreatif,” kata Linda Gumelar.
Katumbiri Expo 2012 diadakan dalam rangka menyambut Hari Ibu ke-84 sekaligus menyokong pencapaian kesetaraan gender di Indonesia. Melalui pameran yang mengangkat tema "Peningkatan Peran Perempuan dan Laki-laki dalam Membangun Ekonomi Kreatif yang Berwawasan Lingkungan" ini, Linda berharap kaum perempuan Indonesia dapat menggali kreativitasnya untuk menghadapi persaingan pasar bebas di masa yang akan datang.
Dengan pemberdayaan perempuan dan kerja sama dengan laki-laki, maka perekonomian di negeri ini bisa meningkat. Hendaknya produk-produk dalam negeri mampu menguasai pasar domestik, dengan demikian, Indonesia dapat menjadi nyonya rumah di negaranya sendiri.
Katumbiri Expo 2012 merupakan pameran kedua, dengan jumlah peserta 247 yang terdiri dari perorangan, pengusaha dan mitra binaan, yang berasal tidak hanya dari kota-kota besar, namun juga dari desa-desa. Produk yang ditampilkan berasal dari industri rumahan, yang dengan peningkatan kualitas, produk tersebut mampu menggapai pasar internasional.
Pameran yang berlangsung sampai 9 Desember 2012 ini juga menampilkan talk show dari Badan Pengelola Obat dan Makanan (BPOM) tentang pengaruh bahan kimia makanan dan beberapa narasumber lain setiap harinya. Nama Katumbiri sendiri diambil dari Bahasa Sunda yang berarti Pelangi. Pelangi adalah gejala optik dan meteorologi yang menyebabkan spektrum dari cahaya yang (hampir) kontinyu untuk muncul di langit waktu matahari bersinar ke atas titik air hujan yang jatuh. Dari peristiwa tersebut menyebabkan sinar monokromatik terbiaskan menjadi 7 sinar polikromatik terdiri dari warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Pemakaian nama katumbiri, para peserta pameran menyampaikan keindahan batik tenun dan kerajinan seluruh nusantara.
PT Media Artha Pratama dalam pameran ini dipercaya untuk membangun stan Kementerian Pertanian. Terinspirasi dari nama pameran, tim dari PT Media Artha Pratama membuat stan dengan nuansa pelangi, seperti tampak dalam gambar yang diabadikan oleh fotografer kami, Elvis. (ONE)



Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 