Pameran SSA dan FDA Dibuka di JCC

JAKARTA-MAPNEWS. Perekonomian Indonesia tengah tumbuh dan memiliki tren ke depan yang positif. Kota-kota terus berkembang dan menjadi daya tarik bagi banyak orang untuk ikut mencecap rejeki. Semakin banyak kaum urban yang datang, maka kota akan semakin padat dengan perumahan. Itulah yang terjadi sekarang dengan Jakarta. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjanjikan ini, diakui oleh Edward Liu, Direktur Utama Conference & Exhibition Management Services Pte Ltd, penyelenggara Pameran Safety & Security Asia 2012 dan Fire & Disaster Asia 2012. Sejak tahun 2002, Liu melihat Indonesia adalah negara yang cepat pulih dari krisis dan menjadi negara ketiga yang memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat, setelah China dan India.

“Ekonomi diperkirakan akan tumbuh 6 sampai 7 persen per tahun selama sepuluh tahun ke depan, karena didorong oleh investasi asing meningkat dan konsumsi domestik. Investor asing yang masuk ke Indonesia mencapai rekor US $ 19,3 miliar, atau mengalami peningkatan 20 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini memicu pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen dalam tiga bulan hingga September 2012 dan tingkat inflasi stabil pada angka 4 persen,” katanya dalam pembukaan Safety & Security Asia 2012 dan Fire & Disaster Asia 2012 di Jakarta (5/12/2012).

Tidak hanya Liu, Ketua Asosiasi Sistem Keamanan Singapura, Nelson Tee pun mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat menjanjikan. Oleh karena itu, untuk memastikan kelangsungan kemajuan tersebut, maka diperlukan suatu sistem pengamanan. ”Keselamatan dan keamanan tidak hanya berdampak pada negara dan rakyatnya, tetapi juga mampu mempengaruhi kerjasama regional dan internasional serta perdagangan internasional,” ujar Tee.

Lebih lanjut, Pemerintah Indonesia sendiri telah meningkatnya fokus pada pemberian jaminan keselamatan dan keamanan, infrastruktur dan properti/ aset masyarakat. Semua tindakan ini berkontribusi besar terhadap stabilitas iklim politik di negara Indonesia, perdagangan internasional, dan perusahaan tentunya.

Dengan demikian, pengamanan aset menjadi pertimbangan penting dalam banyak keputusan perencanaan anggaran, tidak hanya di perusahaan-perusahaan, tetapi juga di tingkat nasional, regional dan global. Pemerintah terus menjaga kewaspadaan pada ancaman global terorisme dalam berbagai bentuk dan bencana alam yang tak terduga, yang dapat menyebabkan kehancuran dan kerusakan dahsyat. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya melakukan sistem manajemen risiko penting untuk mencegah dan mengelola situasi darurat. Di sinilah peran konferensi Safety & Security Asia dan Fire & Disaster Asia 2012 yang diadakan di Jakarta Convention Centre, Assembly Hall 1, 2 dan 3 mulai tanggal 5 sampai dengan 7 Desember 2012.

Kedua acara ini menampilkan inovasi terbaru dalam teknologi, layanan dan produk yang ditargetkan untuk melindungi nyawa manusia dan aset. Para pelaku industri dan peserta pameran dapat saling membuka dan menjalin jejaringan satu sama lain serta mengeksplorasi usaha bisnis mereka masing-masing.

Selain itu, acara ini juga sebagai platform yang optimal untuk mendapatkan wawasan berharga terkait industri keselamatan dan keamanan melalui serangkaian konferensi yang disajikan oleh kelompok pembicara dari Indonesia dan internasional. Para pembicara ini hadir dengan masing-masing keahlian mereka tentang isu-isu keselamatan dan keamanan, seperti keamanan di bandara, penerbangan, hotel, melindungi aset dan fasilitas, serta tren di pasar industri keselamatan-keamanan di Asia Tenggara.

Komjen Pol Imam Sudjarwo, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa keamanan adalah keadaan yang bebas dari bahaya. Keamanan merupakan topik yang luas termasuk keamanan nasional terhadap serangan teroris, keamanan komputer terhadap hacker, kemanan rumah terhadap maling dan penyelusup lainnya, keamanan finansial terhadap kehancuran ekonomi dan banyak situasi berhubungan lainnya. “Manakala keamanan dalam kondisi  baik maka investasi dari dalam dan luar negeri akan masuk serta berkembang. Dengan demikian membuka lapangan pekerjaan, menjadikan masyarakat sejahtera. Keamanan menjadi determinan dari faktor-faktor yang lainnya,” tandas Sudjarwo.  

Di acara yang dihadiri oleh pelaku usaha yang bergerak di jasa pengamanan itu, Sudjarwo mengingatkan bahwa untuk mewujudkan dan meningkatkan keamanan harus memenuhi 3 faktor, yakni:  Sistem keamanan, peralatan keamanan, dan personil pengamanan itu sendiri. “Ketiganya harus ada dan saling mendukung. Tentunya, bagi pengusaha yang sadar untuk mewujudkan keamanan juga harus memperhatikan 3 faktor tersebut.”

Terkait dengan personil atau petugas keamanan, Sudjarmo memberi perhatian khusus. Menurutnya, dewasa ini masih saja ada pihak yang kurang menghargai para petugas keamanan, padahal ini adalah profesi. Oleh karena itu, supaya mereka profesional di bidangnya maka kompetensinya harus ditingkatkan. 

Dan akhirnya, ia menyambut baik penyelenggaraan pameran dan konferensi ini. Diharapkan diperoleh rekomendasi yang bersifat strategis bagi perkembangan security di Indonesia. Dan bagi komunitas security atau pengamanan swakarsa di Indonesia yang merupakan mitra Polisi dalam melaksanakan fungsi kepolisan secara terbatas, diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, ilmu, dan meningkatkan pemahaman melalui konferensi-konferensi yang berlangsung.  

Terkait konferensi, Edward Liu menuturkan bahwa ada 3 tema besar yang akan dibahas. Pertama, “Fire Disaster Management Seminar” yang dibawakan setidaknya 10 pembicara. Mereka adalah Dr. Paimin Napitupulu, Msi (Ketua Umum Asosiasi Pemadam Kebakaran Indonesia), Prof Dr Ir Suprapto MSc, FPE, IPM yang mengangkat soal Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Solusi dalam Pencegahan Kebakaran pada Pemukiman Padat Penduduk dan Perkotaan; Imam B Prasojo Ph.D; Peter Placidus Petrus (Ketua Dewan Pembina Indonesian Fire Rescue Foundation); Prof. Dr. Siew Yee Cheong, RI, PE, Msc, MFSE (IFE Singapore Vice President) “Fire Safety Design and Fire Safety Management for High Rise Buildings in Singapore” ; Prof. Dr. Siew Yee Cheong, RI, PE, Msc, MFSE (IFE Singapore Vice President) dan Ramanathan (Council Member IFE Singapore) “Atrium Fire Protection – Singapore Experience” ; Claus Wendelboe and Michael Mouritzon yang  mengakat tema “Water Mist Fire Protection (Low Pressure) – Denmark Experience” ; Barry R. Bell, BscEE, Msc, Fse, PE “Wagner Fire Management Consultant .”

 Kedua, “Building and Hotel Security Conference.” Pembicaranya adalah: Jerry Isbardi Yuswan (Director of Loss Prevention, JW Marriott Hotel Jakarta); Murat Altuev (President Axxonsoft International, Russia) yang mengangkat tema “Security Software & Surveillance, The Key to Building Security Today” ; Hindarto, Msi (President Director of Nawakara Perkasa Nusantara) “Wrong Practice in Security Outsourcing Utilization” ; Poul Bitsch (Chairman Jakarta International Hotels Association); Susan Sahayan (Frost & Sullivan) “Physical Security Market Trends in Southeast Asia.”

Ketiga, “Anti-Terrorism & Key Infrastructure Protection.” Pembicaranya adalah: Prof. Dr. Awaloedin Djamin, Drs, MPA (The Father of Indonesian Industrial Security and Former Chief of Indonesian National Police); Toto Trihamtoro (Conference Coordinator Vice Chairman of ABUJAPI); Subhranshu Sekhar Das (Director of Aerospace & Defense Practice Asia Pacific) “APAC Homeland Security Market with a focus on Airport” ; Azhari Idris (Manager Physical Asset Protection of Upstream Indonesian Oil and Gas Operations) “Managing Risk and Asset Protection through Partnership” ; Gord Loney (Lieutenant Colonel Royal Canadian Air Force, retired) “Best Practices to Protect Oil & Gas Facilities against Theft and Sabotage” ; H. Abraham Soedira (President Asian Professional Security Association (APSA) Indonesia Chapter);  James Chia CPP (Manager Security & Emergency Planning) “Fundamentals of Critical Assets Protection” ; Michael Boudewijn K. Wudy (PT Paramount Spirit Asia) “Aviation Security in Anticipating The Rapid Growth of Air Transportation in Indonesia.” (ONE)

Berita Terkait

Komentar: