PT Media Artha Pratama Terlibat di “Gelar Potensi Investasi Daerah”

JAKARTA-MAPNEWS. Para investor asing mulai mengalihkan perhatiannya dari kondisi makro Indonesia ke potensi implementasi investasi di daerah-daerah. Namun sayangnya, proses perizinan yang rumit masih membuat para investor ragu untuk menanamkan modalnya.

Hal tersebut diungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri saat membuka Gelar Potensi Investasi Daerah di Ritz Carlton, Jakarta (5/11/2012). “Ada pergeseran ketertarikan dari investor asing, mereka kini lebih memperhatikan bagaimana iklim investasi di daerah dan sektor-sektor apa yang mendukung berkembangnya modal mereka.”

Yang menjadi pusat perhatian dari investior adalah bagaimana kinerja Pemerintah Daerah dan mitra lokal. Untung atau ruginya tergantung dari bagaimana mereka mampu membangun iklim usaha yang kondusif. Sayangnya, kata Cahtib, mengenai kepemerintahan di daerah ini, para investor mempunyai persepsi yang kurang baik terkait proses perolehan izin, tanah, pungutan, dan retribusi. “Maka ini harus diperbaiki,” tandasnya di hadapan forum yang juga dihadiri perwakilan BKPM dari 33 provinsi.

Supaya masing-masing daerah terpacu untuk memperbaiki iklim usaha yang baik, maka Chatib mengharapkan seluruh provinsi di Indonesia harus menciptakan kompetisi dengan tujuan memperbaiki iklim investasi. “Dengan adanya kompetisi antardaerah dapat menjadi momentum investasi, yang kini sedang membaik. Sampai pada September ini, angka investasi sudah mencapai Rp.229,9 triliun atau tumbuh 27 persen dari periode yang sama tahun 2011.”

Di dalam acara ini, BKPM mendirikan stan yang sekaligus menjadi pusat informasi tentang investasi di Indonesia. Ada beberapa orang di stan yang siap memberikan informasi kepada siapa saja yang datang. Untuk mendirikan stan ini, BKPM bekerja sama dengan PT Media Artha Pratama yang telah berpengalaman dalam membuat desain sampai pendirian stan. Semoga hasil kerja sama ini dapat menunjang Gelar Potensi Investasi Daerahyang akan berakhir pada Rabu, 7 November 2012. (ONE)

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar: