Menteri PU: Tol Jadi Solusi Kepadatan Jalur Pantura

BREBES-MAPNEWS. Jalan Lintas Pantai Utara Jawa atau Pantura kerap menjadi sorotan, apalagi saat musim mudik datang seperti sekarang. Beban jalan dinilai terlalu berat menampung kendaraan yang melintas ditambah beragam aktifitas warga sekitar.

"Salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah ini adalah membangun tol trans Jawa," kata Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto di tengah-tengah acara pencanangan pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang, Kabupaten Brebes, Jateng, Rabu (23/7/2014).

Jalan tol Pejagan-Pemalang yang merupakan bagian dari jaringan jalan tol Trans Jawa, menurut Djoko, keberadaannya akan menunjang jalur transportasi darat di pantura. Tidak hanya akan memperlancar mobilitas orang, tetapi juga arus barang dapat bergerak lebih bebas sehingga memacu laju perekonomian kita. 

Konstruksi yang akan dipakai jalan tol ini adalah perkerasan kaku (rigid pavement), dengan jumlah jalur 2 x 2 lajur pada tahap awal, dan menjadi 2x3 lajur pada tahap akhir. Dalam perencanaan, jalan tol didesain dengan kecepatan kendaraan 120 km/ jam.

Pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang dibagi empat seksi. Seksi I sepanjang 12,20 km meliputi Pejagan-Brebes Barat. Seksi II sepanjang 6 km meliputi Brebes Barat-Brebes Timur. Seksi II sepanjang 10,40 km antara Brebes Timur-Tegal Timur. Sedangkan seksi IV sepanjang 26,90 km meliputi Tegal Timur-Pemalang.

Jalan tol yang  sempat tertunda 8 tahun ini dikerjakan PT Pejagan-Pemalang Toll Road dengan biaya investasi sebesar Rp 4,08 triliun.

Tampak hadir dalam peresmian tersebut, Direktur Utama PT Waskita Choliq, Plt Sekda Jateng Sri Puryono, direksi MNC, jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian PU, dan undangan lain.

Naskah: Frans Agung Setiawan

Foto: Dokumentasi Kemen PU

 

 

 

Berita Terkait

Komentar: