Lingkar Strategis Perempuan dalam Pemberdayaan Masyarakat

JAKARTA-MAPNEWS. Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian rumah tangga, perempuan memiliki peran yang sangat strategis. Dalam konteks PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), perempuan juga memiliki peran sental.

"Saya menggarisbawahi peran perempuan dalam program PNPM seperti simpan pinjam yang selama 15 tahun terakhir terbukti berjalan dengan baik di seluruh dunia," kata Wakil Presiden Boediono dalam pidato pembukaan Pameran Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat 2013 di Jakarta Convention Center, Kamis (3/10/2013).

Menurutnya perempuan tidak hanya menjadi pintu masuk dalam dunia peningkatan perekonomian, tetapi juga bisa ke dunia pendidikan, kesehatan, pembangunan sarana dan prasarana umum. Selain itu, Boediono juga melihat peran penting keluarga sebagai komunitas terkecil sebagai sebuah potensi besar dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

"Pada tingkat keluarga, pada tingkat komunitas yang kecil, peran perempuan mencakup berbagai segi mulai dari kesejahteraan anak hingga menambah pendapatan keluarga. Saya sangat mendukung kalau ini ditindaklanjuti,"  tandas Boediono.

Pameran GKPM 2013 digelar berkat kerja sama Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat dengan Cendekia Mulia Komunikasi. Dengan tema "Pemberdayaan Peran dan Kreativitas Kaum Perempuan Indonesia dalam Peningkatan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan,” panita berharap acara ini menjadi ajang meningkatkan penghargaan masyarakat atas besarnya perhatian yang diberikan oleh pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dunia usaha maupun pihak-pihak lainnya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan ini, GKPM diikuti oleh 13 Kementerian/Lembaga, 23 pemerintah daerah, 4 BUMN, 10 perusahaan nasional, 4 lembaga donor dan N.G.O, serta 70 kelompok usaha mikro. Selama empat hari penyelenggaraan (3-6 Oktober 2013), diadakan: Workshop kreativitas anak bangsa; Pelatihan pengolahan rumput laut; Hijab preneur dan social preneur; Pengenalan industri hulu migas; Pengenalan ragam budaya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.

Naskah dan Foto:

Frans Agung Setiawan

Berita Terkait

Komentar: