Balthasar: Pendidikan Lingkungan akan Sasar Pemimpin Perusahaan
JAKARTA-MAPNEWS. Tidak ada salahnya orang berpendapat bahwa perbaikan lingkungan dimulai dari pendidikan. Sedini mungkin anak-anak diperkenalkan tentang manfaat serta kerugian dari perilaku kita terhadap alam. Namun, satu hal yang juga penting, pendekatan pendidikan harusnya juga menyasar pada pucuk pimpinan atau direksi dari sebuah institusi atau perusahaan.
"Kita segera laksanakan yang dinamakan Climate School. Yakni pendidikan yang disiapkan untuk para pemimpin instasi atau perusahaan," kata Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya saat membuka Pekan Lingkungan Indonesia di Jakarta Convention Centre, Kamis (30/5/2013).
Menurut Balthasar, segala sesuatu yang kita lakukan untuk memperbaiki atau memelihara lingkungan sangat tergantung pada dari komitmen para pemimpin. Oleh karena itu, melalui Climate Change, diharapkan para pemimpin dapat diarahkan supaya kebijakan yang ditetapkan pro lingkungan.
Kehadiran Climate School ini semakin melengkapi pendidikan lingkungan anak-anak. Balthasar mengklaim bahwa program pendidikan lingkungan untuk anak-anak sudah berjalan dengan baik. "Maka saya percaya, bahwa pendidikan ini mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan kita."
Pekan Lingkungan Indonsia yang digelar mulai 30 Mei hingga 2 Juni ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang puncaknya akan diselenggarakan pada 5 Juni 2013. Bila Hari Lingkungan Hidup Sedunia bertema "Think, Eat, Save," maka untuk kita disesuaikan menjadi "Ubah Perilaku Konsumsi untuk Selamatkan Lingkungan."
Menurut Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, Ilyas Asaad Ilyas, tema tersebut sengaja diusung untuk membuka kesadaran masyarakat atas pentingnya menyikapi pemanfaatan sumberdaya alam termasuk pemanfaatan bahan makanan secara bijak.
Hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup pada 2012 menunjukkan indeks perilaku peduli lingkungan masih berkisar pada angka 0,57 dari angka mutlak satu. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat belum berperilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. "Maka pada Pekan Lingkungan Indonesia 2013 yang merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kita berupaya tidak mengeluarkan sampah dari lokasi," tambah Ilyas yang juga selaku ketua panitia.
Ada 240 peserta yang terlibat di Pekan Lingkungan Indonesia 2013, terdiri dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) dan sejumlah perusahaan, industri, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), kelompok dan yayasan serta kementerian.
Berbagai kegiatan akan diselenggarakan selama Pekan Lingkungan Indonesia seperti lomba menggambar dan mewarnai untuk anak sekolah yang akan diikuti 900 peserta, lomba foto lingkungan, Eco Driving Workshop dan rally yang akan diikuti 100 peserta mewakili kelompok masyarakat dan individu.
Lomba green musik, eco kreativ yang akan menampilkan produk-produk daur ulang dan ramah lingkungan, fun walk, dan fun bike serta seminar dan workshop. (ONE)
.jpg)



Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 